CHINA, SriwijayaAktual.com – Presiden Joko Widodo mengakui keruwetan prosedur perizinan investasi
dan izin bekerja bagi pekerja asing di Indonesia. Presiden mengatakan
akan “mongobrak-abrik” kementerian jika persoalannya berada di situ.
dan izin bekerja bagi pekerja asing di Indonesia. Presiden mengatakan
akan “mongobrak-abrik” kementerian jika persoalannya berada di situ.
“Kita tidak menutup mata, masih ada hal-hal seperti itu. Urus izin
masih ada yang ruwet. Itu yang terus akan kita perbaiki. Kalau itu di
kementerian, ya obrak-abrik kementeriannya agar mau memperbaiki. Biar
cepat, biar sederhana, biar investor merasa dilayani,” terang Presiden,
saat berbincang dengan sejumlah jurnalis yang turut mendampinginya dalam
kunjungan kerja di China, Sabtu (03/09/2016).
masih ada yang ruwet. Itu yang terus akan kita perbaiki. Kalau itu di
kementerian, ya obrak-abrik kementeriannya agar mau memperbaiki. Biar
cepat, biar sederhana, biar investor merasa dilayani,” terang Presiden,
saat berbincang dengan sejumlah jurnalis yang turut mendampinginya dalam
kunjungan kerja di China, Sabtu (03/09/2016).
Presiden melanjutkan, mengenai persoalan izin bekerja, dirinya
mengaku sudah mendengar keluhan tersebut sejak tahun lalu. Namun,
Presiden juga mengakui bahwa perbaikan yang ada belum memuaskan.
mengaku sudah mendengar keluhan tersebut sejak tahun lalu. Namun,
Presiden juga mengakui bahwa perbaikan yang ada belum memuaskan.
“Jadi nanti saya pulang akan kita perbaiki lagi. Memang masih banyak
sekali yang perlu kita benahi. Kalau semua negara bicara keterbukaan dan
kompetisi tapi di praktiknya masih ada yang belum baik, ya diperbaiki.
Tugas kita itu, tidak mungkin cuma sekali dua kali,” imbuhnya.
sekali yang perlu kita benahi. Kalau semua negara bicara keterbukaan dan
kompetisi tapi di praktiknya masih ada yang belum baik, ya diperbaiki.
Tugas kita itu, tidak mungkin cuma sekali dua kali,” imbuhnya.
Kepada para jurnalis Presiden Joko Widodo mengakui bahwa pekerjaan
ini ialah pekerjaan yang sangat berat. Mengubah pola pikir dan budaya
kerja menurutnya bukanlah persoalan yang dapat diselesaikan hanya dalam
beberapa hari saja.
ini ialah pekerjaan yang sangat berat. Mengubah pola pikir dan budaya
kerja menurutnya bukanlah persoalan yang dapat diselesaikan hanya dalam
beberapa hari saja.
“Kita ini sedang mengubah pola pikir, mengubah pola kerja dari pola
lama. Apa mudah? mengubah budaya kerja apa mudah? Itu yang terus kita
lakukan. Ini bukan proses yang tidak mungkin sehari dua hari,” ucapnya.
lama. Apa mudah? mengubah budaya kerja apa mudah? Itu yang terus kita
lakukan. Ini bukan proses yang tidak mungkin sehari dua hari,” ucapnya.
Sementara itu, mengenai kelanjutan proyek kereta cepat yang digarap
oleh perusahaan Tiongkok, Presiden Jokowi menerangkan bahwa sampai
dengan saat ini pihaknya masih berfokus pada pembebasan lahan. Presiden
meminta kepada Presiden China Railway, Sheng Guang Zu, agar proyek
tersebut terus dijalankan.
oleh perusahaan Tiongkok, Presiden Jokowi menerangkan bahwa sampai
dengan saat ini pihaknya masih berfokus pada pembebasan lahan. Presiden
meminta kepada Presiden China Railway, Sheng Guang Zu, agar proyek
tersebut terus dijalankan.
“Pembebasan lahan yang masih kurang sekitar 40 persen dan akan
diselesaikan pada akhir tahun ini. Yang paling krusial di situ saja,
yang lain sudah jalan,” ungkapnya.
diselesaikan pada akhir tahun ini. Yang paling krusial di situ saja,
yang lain sudah jalan,” ungkapnya.
Baca juga; Kunjungi Alibaba, Presiden RI Ir. Joko Widodo Teken Kerjasama Pengembangan UMKM
Temu masyarakat dan perbincangan dengan para jurnalis tersebut
sekaligus mengakhiri rangkaian kunjungan kerja Presiden ke Tiongkok pada
hari ini. Sesampainya di Hangzhou East Station, Presiden Jokowi dan
rombongan akan langsung menuju penginapan untuk beristirahat dan
mempersiapkan diri untuk agenda acara esok hari. (*).
Sumber, Rimanews








Komentar