JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi orang terakhir
yang memutuskan partainya bakal mengusung siapa di Pilgub DKI 2017
nanti. PDIP telah melakukan penjaringan dan penyaringan kepada bakal
calon gubernur DKI. Enam nama sudah diserahkan kepada Megawati untuk
dipilih.
Ketua
DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan, waktu pendaftaran calon
gubernur DKI masih lama. Menurut dia, PDIP tidak terlalu terburu dalam
menentukan calon.
“Waktunya masih cukup, masih sampai September kan,” kata Andreas, seperti dikutip merdeka.com, Jumat (5/8/2016).
Menurut
dia, saat ini PDIP masih terus melakukan penggodokan terhadap bakal
calon gubernur DKI. Dia meminta, publik bersabar menunggu keputusan PDIP
dalam Pilgub DKI yang akan digelar Februari nanti.
“Kita enggak
ngulur waktu, KPU juga kan masih September pendaftaran, partai lain
juga masih belum, nanti pada waktunya kita umumkan, jadi kita masih
godok, pertimbangkan dinamika yang berkembang di masyarakat,” tutur dia.
Mengenai
maraknya dukungan warga Jakarta untuk Risma, menurut dia, itu merupakan
satu dinamika yang berkembang. Dia meyakini, hal itu menjadi salah satu
pertimbangan PDIP untuk menentukan keputusan.
“Itukan dukungan,
wajar, dari masyarakat, nah dinamika itu yang juga kita perhatikan,.
Peluang (usung Risma) itu terbuka, artinya kita perhatikan dinamika,
proses, penyaringan sedang kita lakukan, nanti baru kemudian
dipertimbangkan untuk diputuskan pada saatnya,” jelas dia.
Menurut
dia, selain Risma ada juga nama Djarot Saiful Hidayat yang menjadi
pertimbangan. Dia menambahkan, persoalan Pilkada bukan hanya DKI,
sehingga butuh waktu dan proses untuk menentukan pilihan siapa yang
bakal diusung.
“Kan ada beberapa nama, Pak Djarot dari awal
terlihat, ada proses pengerucutan nama. Itu sedang kita lakukan, Pilkada
inikan banyak, 101 Pilkada kita bahas, kita putuskan, yang belum kita
pending dulu, melihat hasil survei, pada saatnya kita umumkan sebelum
deadline,” imbuhnya.
Yang jelas, kata dia, semua calon masih
berpeluang untuk diusung PDIP. Termasuk bakal calon incumbent Basuki T
Purnama (Ahok). Dia menilai, Ahok sebetulnya ingin diusung PDIP, hanya
saja tidak konsisten.
“Ahok kan dari dulu maunya dengan PDIP,
tapi ya kita lihat dia sebentar mau, sebentar dia bilang enggak perlu
lagi PDIP, ya kita lihat, nantilah sampai waktunya akan diputuskan,”
pungkasnya. (*).








Komentar