Menguak Misteri Letak Kraton Yogyakarta

Keraton%2Bjogja
Depan Kraton Yogyakarta/Alun-Alun Yogyakarta @2010

DIY-YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.comKRATON Yogyakarta merupakan kerajaan di
nusantara yang hingga kini masih kokoh berdiri. Tak hanya bangun
fisiknya saja yang tetap bertahan, namun struktur kepemerintahan di
kerajaan ini juga masih ada dan berlaku hingga sekarang. Raja-raja besar
mulai dari Sultan Hemengkubuwono (HB) I hingga saat ini yang ke X
secara turun temurun bertahtah memimpin Mataram.
Kraton%2B2
Kraton Yogjakarta

Kraton Yogyakarta didirikan bukan asal dibangun begitu saja. Dalam
proses pendiriannya tentunya melalui berbagai tahapan spiritual layaknya
yang sering dilakukan masyarakat Jawa. Setelah ditelusuri ternyata ada
beberapa fakta menarik tentang letak Kraton Yogyakarta. Inilah beberapa
penjelasan yang mengungkap misteri tersebut.
Diapit Dua Kekuatan Alam
Kraton Yogyakarta didirikan saat ajaran Hindu masih banyak dianut
masyarakat tanah Mataram. Letak Kraton Yogyakarta berada di tengah dua
kekuatan alam yakni Gunung Merapi di utara dan Pantai Selatan (Pantai
Perangkusumo) sisi selatan.
Dalam kepercayaan Hindu dikenal adanya konsep Palemahan (hubungan
harmonis antara umat manusia dengan alam lingkungan), Pawongan (hubungan
harmonis antara sesama umat manusia) dan Parahyangan (hubungan harmonis
antara manusia dengan Pencipta). Pantai Selatan disimbolkan sebagai
Palemahan, Kraton Yogyakarta di tengah-tengah sebagai Pawongan sedangkan
Gunung Merapi sebagai Parahiyangan.
Dari konsep itu yang kemudian dipilihlah letak Kraton Yogyakarta
seperti tempat dimana saat ini berdiri. Posisi Pantai Selatan, Kraton
Yogyakarta dan Gunung Merapi merupakan satu garis lurus yang ditarik
dari selatan hingga utara. Konon di sepanjang garis imaginer ini pantang
mendirikan bangunan melebihi tinggi puncak atap kraton.
Diapit Dua Sungai Besar
Selain diapit Pantai Selatan dan Gunung Merapi di selatan dan utara,
letak Kraton Yogyakarta juga diapit dua sungai besar yakni Sungai Code
di timur dan Winongo di barat. Letak diantara dua sungai besar ini
diyakini mampu mendatangkan kelancaran bagi masyarakat Mataram saat itu.
Seperti kehidupan kerajaan lain di nusantara, jaman dahulu keberadaan
sungai merupakan denyut perekonomian masyarakat yang utama. Selain itu
keberadaan sungai juga dianggap menunjang kesejahteraan masyarakat
sebagai sumber pengairan.
Terletak di Gundukan Tanah
Permukaan tanah yang kini dijadikan tempat berdiri bangunan Kraton
Yogyakarta merupakan gundukan yang lebih tinggi dibanding permukaan
tanah di sekitarnya. Orang Jawa menyebut posisi ini sebagai Bathok Bulus
atau cangkang kura-kura.
Letak seperti ini akan membuat Kraton Yogyakarta terhindar dari
banjir meski hujan deras mengguyur. Letaknya yang tinggi membuat posisi
Kraton Yogyakarta juga mudah terlihat oleh masyarakat kala itu.
Bahkan salah satu bangsal di kraton ada yang bernama Siti Hinggil
atau tanah tinggi. Bangsal ini sering dipergunakan sebagai tempat
bercengkerama Sultan sambil menikmati indahnya panorama Gunung Merapi
dari kejauhan. (Van/krjogja)
Spesial Untuk Mu :  Jaksa Agung: Eksekusi Mati Pasca Lebaran, Freddy Juga Disertakan !!!

Komentar