Rusunawa Kertapati Masih Sepi Peminat, Tanya Kenapa?

ilustrasi7
Rumah Susun Sewa (Ilustrasi/Ist)
PALEMBANG, SriwijayaAktual.com  – Hingga saat ini, Rumah Susun
Sewa (Rusunawa) Kertapati sepi peminat. Terbukti, dari tiga blok yang
setiap bloknya terdiri dari 100 kamar, baru ada 20 Keluarga yang
menempati rusun yang terletak di belakang Kantor Camat Kertapati
tersebut.
Saat dikonfirmasi kepada Camat Kertapati, Dwi Yudiansyah
mengatakan, yang menjadi persoalan utama kurangnya minat masyarakat
untuk tinggal di Rusunawa Kertapati adalah jaraknya yang dianggap jauh
dari kota. Padahal, semua pasilitas sudah lengkap, mulai dari air bersih
dari PDAM Tirta Musi, armada transportasi dari Trans Musi hingga
sambungan listrik dari PLN.
“Semua pasilitas sudah lengkap. Tidak
ada masalah, saya rasa mengapa sampai sekarang masih sepi, karena
jaraknya,”katanya Dwi, seperti dilansir Pena Sumatera,  Kamis (18/8/2016).
Sampai sekarang, sambung mantan
Sekretaris Camat (Sekcam) Kertapati ini, baru ada 20 Kartu Keluarga (KK)
yang menempati rusun tersebut yang berasal dari berbagai kalangan. Ia
berharap kedepan, minat warga untuk menempati rusun bisa lebih banyak.
“Ya kalau dikatakan nyaman, tempatnya
nyaman. Karena setiap lantainya sudah ada pasilitas listrik dan
sambungan air bersih,”ujarnya.
Dijelaskannya, untuk biaya sewa
berbeda-beda, tergantung dengan lantai, yang pasti tidak memberatkan
masyarakat yang akan menyewa.
“Disini juga sudah ada petugas dari PT SP2J yang standby, jadi apabila ada masyarakat yang ingin menyewa, silahkan,”katanya.
Terpisah, Dirut Operasional PT SP2J
Antoni Rais mengatakan, biaya sewa tertinggi untuk lantai dasar sebesar
Rp 300 ribu. Saat ini baru ada 20 KK yang menyewa.
“Ada aspirasi masyarakat, bahwa biaya
sewa terlalu mahal, kedepan akan kami sesuaikan, sehingga banyak warga
yang ingin tinggal di rusun,”katanya.
Ditambahkannya, target pasar rusun
tersebut adalah masyarakat umum. Terutama masyarakat berpenghasilan
rendah dan mahasiswa. Tapi, karena jarak jauh dari kota, peminat masih
sepi.
“Kedepan, kami akan fokuskan masalah
biaya sewa, akan disesuaikan. Begitu juga transportasi, sekarang sudah
ada bua trans musi. Jika dianggap masih kurang, kami siap menambah
armada dikawasan tersebut,”Tandasnya. (*).
Spesial Untuk Mu :  Forhati Sumsel Cs Peduli Pembagian ATS Untuk Yatim dan Dhuafa

Komentar

News Feed