Soal Testimony Freddy Budiman, Presiden RI Jokowi Perintahkan Polri Bongkar Aparat Yang Terlibat

hqdefault
Presiden RI  Joko Widodo (Ist)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Presiden Joko Widodo meminta Kepolisian
Republik Indonesia berhati-hati menyelidiki dugaan keterlibatan aparat
dalam jaringan narkotika. Ia ingin polisi menelusuri pengakuan terpidana
mati Freddy Budiman yang disampaikan kepada Koordinator Komisi untuk
Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar.

“Diungkap dan diproses kalau benar-benar sesuai yang disampaikan,” kata Jokowi dalam siaran persnya, dikutip dari Tempo, Kamis, (11/8/2016).

Haris Azhar mengungkapkan pengakuan Freddy dalam tulisannya di akun Facebook-nya berjudul Cerita Busuk dari Seorang Bandit.
Isinya adalah pengakuan terpidana mati kasus narkoba Freddy. Pesan itu
tersebar secara cepat di media sosial pada Kamis  (28/72016) malam.

Dalam tulisannya itu, Haris mengaku pernah mengunjungi Freddy di
Lembaga Pemasyarakatan Baru, Nusakambangan, Jawa Tengah, pada 2014. Saat
itu, Freddy menceritakan kepada Haris soal keterlibatan anggota Badan
Narkotika Nasional, Tentara Nasional Indonesia, dan Polri dalam bisnis
narkobanya. Akibat tulisannya itu, tiga lembaga itu melaporkan Haris ke
Badan Reserse Kriminal Polri.

Baca juga; Pekan depan, Tim Independen ke LP Nusakambangan Usut Testimoni Freddy Budiman

Jokowi menyayangkan kenapa baru sekarang pengakuan Freddy itu diungkap.
Padahal, gembong narkoba itu disebut-sebut sudah menceritakannya pada
2014. “Peristiwa ini sudah lama. Kenapa tidak diungkap dulu-dulu,”
katanya.

Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito
Karnavian membuat tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Presiden juga
mengajak pihak-pihak yang kompeten ikut mengungkap pengakuan Freddy. Ia
ingin mereka ikut bergabung ke dalam tim yang telah dibentuk Polri.
“Semakin banyak pakar yang punya kemampuan untuk mengungkap, silakan
masuk,” ujarnya. (*)

Spesial Untuk Mu :  Anggota DPR RI Ini, Ajak Mengawasi Aset BUMN Agar Tidak Dijual Dengan Berkedok Privatisasi

Komentar