PALI-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Terkait peluang
Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru di Kabupaten
Penungkal Abab Lematang Ilir (Kab.PALI), Provinsi Sumatera Selatan, Kepala
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten
PALI, Yuhairuddin
SE, mengatakan, meskipun sejauh ini seleksi CPNS
baru untuk di Pemerintah Kabupaten PALI (Pemkab.PALI) belum ada, namun peluang
untuk diselengarakanya seleksi CPNS di tahun 2017 ini masih terbuka lebar,
mengingat masih ada waktu sekitar tiga bulan ke depan.
Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru di Kabupaten
Penungkal Abab Lematang Ilir (Kab.PALI), Provinsi Sumatera Selatan, Kepala
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten
PALI, Yuhairuddin
SE, mengatakan, meskipun sejauh ini seleksi CPNS
baru untuk di Pemerintah Kabupaten PALI (Pemkab.PALI) belum ada, namun peluang
untuk diselengarakanya seleksi CPNS di tahun 2017 ini masih terbuka lebar,
mengingat masih ada waktu sekitar tiga bulan ke depan.
“Pihaknya optimis, Pemerintah Pusat
akan memberikan seleksi CPNS untuk di Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten PALI
yang baru menginjak usia empat tahun ini.”Ujarnya Yuharuddin saat
dikonfirmasi wartawan, senin (11/9/2017) sebagaimana dilansir sumselupdate.com.
akan memberikan seleksi CPNS untuk di Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten PALI
yang baru menginjak usia empat tahun ini.”Ujarnya Yuharuddin saat
dikonfirmasi wartawan, senin (11/9/2017) sebagaimana dilansir sumselupdate.com.
Lanjutnya, Yuhairuddin, bahwa saat ini pihaknya sudah melayangkan surat permohonan
kembali ke KemenPAN Republik Indonesia, untuk diberikanya formasi pembukaan
CPNS yang diharapnya dapat terealisasi, mengingat Kabupaten PALI masih
sangat minim SDM untuk di berbagai posisi.
kembali ke KemenPAN Republik Indonesia, untuk diberikanya formasi pembukaan
CPNS yang diharapnya dapat terealisasi, mengingat Kabupaten PALI masih
sangat minim SDM untuk di berbagai posisi.
“Untuk jumlah CPNS pihaknya sudah ajukan
kepada Pemerintah Pusat ada sebanyak 1.051 dari berbagai formasi. Namun,
yang dominan tetap tenaga pengajar sekitar 50 persen dan 25 persen tenaga
kesehatan.”Tandasnya. (*)
kepada Pemerintah Pusat ada sebanyak 1.051 dari berbagai formasi. Namun,
yang dominan tetap tenaga pengajar sekitar 50 persen dan 25 persen tenaga
kesehatan.”Tandasnya. (*)
Komentar