Viral!! Mantan Petugas Entry Situng Bongkar Kecurangan Input Data KPU

TPS03

SriwijayaAktual.com – Seorang warganet pengguna Facebook,
Fahri Ismael mengungkapkan adanya dugaan kesengajaan atau kecurangan
yang dilakukan oleh KPU dalam hal ini petugas entri data melalui status
yang diunggah ke Facebook, Jumat (19/4/2019).
Fahri yang mengaku pernah menjadi petugas entri data KPU pada Pemilu
2004 itu menepis pernyataan Ketua KPU, Arief Budiman yang mengatakan
kesalahan input data akibat human error. Sebab, menurut Fahri, jika
terjadi kesalahan entri data atau selisih data maka sistem akan terkunci
dan tidak bisa mengirim ke ke IT Center KPU.
Penjelasan selengkapnya dari Fahri Ismael sebagai berikut:
Ketua KPU angkat bicara tentang kesalahan entry data hasil
penghitungan suara (Situng) KPU di beberapa daerah, sebut saja di Dumai,
Riau, hasil scan Plano C1 menunjukkan perolehan suara Prabowo Sandi
141, tetapi perolehan suara di Situng KPU atau Real Count KPU diinput 41
suara. Orang terlambat bijak akan berkata “jangan buruksangka pada KPU,
itu kesalahan input saja, 141 diinput 41, itu manusiawi”.

Saya pernah bertugas sebagai petugas entry data pemilu 2004, yang
mana Sistem Penghitungan (Situng) KPU pertama kali digunakan pada Pileg 5
April 2004. Kami berempat ditugasi di Kecamatan Siantar Kabupaten
Simalungun Sumatera Utara untuk Pileg 2004, dan di Kecamatan Panei
Tongah untuk putaran I Pilpres 2004. Saat itu Ketua KPU RI Anas
Urbaningrum, Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution.

Tahukah kalian bahwa aplikasi Situng KPU itu tidak memungkinkan bisa
kirim data ke IT Center KPU jika ada kesalahan input atau human error.
Salah input jumlah suara paslon tertentu berarti selisih terhadap jumlah
surat suara yang digunakan atau selisih terhadap jumlah surat suara
sah, jika ada selisih data tsb maka sistem memberikan alert “selisih”
dan mengunci tombol “kirim” , jika ini terjadi maka user harus check and
balancing data C1 agar data balance dan bisa dikirim ke IT Center KPU
Pusat di Jakarta. Data yang diinput bukan saja hasil perolehan suara
Paslon 01 dan 02 tetapi data jumlah pemilih (DPT, DPTp,DPTb), data
jumlah surat suara yang diterima, yang dikembalikan, yang digunakan,
data jumlah suara sah dan tidak sah. Data harus diinput manual pada
setiap pos atau kolom pada sistem aplikasi Situng KPU, dan harus balance
untuk bisa dikirim ke IT Center KPU di DKI Jakarta. Jika perolehan 141
suara diinput 41 suara maka akan muncul dalam sistem ” -100″, dan data
tidak bisa dikirim, kecuali jika jumlah surat suara sah dikurangi 100
juga atau jumlah surat suara tidak sah dikurangi 100 juga. Apakah
mungkin bisa melakukan kesalahan dikolom yg berbeda pada jumlah nilai
kesalahan yang sama. Perlu dicek juga bahwa jika terjadi penambahan
suara paslon tertentu dan pengurangan pada paslon lawan dgn nilai yang
sama sehingga data menjadi balance, ini adalah kesengajaan dan petugas
entry harus di pidana.

Bagi teman saya seperjuangan sebagai petugas entry data Situng KPU
2004 bicaralah dan perkuat argumen saya. Bagi pendukung fanatik paslon
01 lupakan tulisan saya. Bagi para ahli IT pasti mengerti bagaimana
membuat sistem yang mampu mencegah user membuat kesalahan input agar
output data valid. Kalau memang benar kesalahan input, itu berarti
aplikasi Situng KPU 2019 lebih buruk dari 2004, sistemnya tidak mencegah
kesalahan user, apakah di sengaja oleh ahli IT KPU atau memang ahli IT
nya memang bodoh. Dari kebodohannya, para relawan harus mencocokkan
antara hasil di Situng KPU dan Scan Plano C1 di 813.350 TPS dalam waktu
hanya beberapa hari sebelum 22 Mei. Bukankah ini menambah effort para
relawan dan Tim BPN Prabowo Sandi untuk mengawal surat suara dari TPS
hingga Pusat. Tim BPN Prabowo Sandi harus mengawal surat suara, form C1
dan Plano C1 ditambah lagi harus melakukan cros check di 813.350 TPS.
Kebodohan yang melelahkan kita semua.

Harap share tulisan ini agar menjadi perhatian dan isu nasional jauh
sebelum pengumuman resmi KPU 22 Mei 2019. Dan agar semua fihak dan ahli
mengambil aksi perbaikan masalah ini. [Sumber]





Spesial Untuk Mu :  Resep Masak Ayam Rica - Rica Paling Enak Lezat POLL!

Komentar