Dalam video
tersebut terlihat kondisi Mekkah dan sekitarnya yang diguyur hujan. Kondisi ini
menjadi anomali sebab seharusnya Arab Saudi tengah berada di puncak musim
panas.
MEKKAH, SriwijayaAktual.com – Diketahui kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimun Zubair
atau Mbah Moen baru saja tutup usia. Almarhum dikabarkan berpulang di
Mekkah, Arab Saudi pada Selasa (6/8) sekitar pukul 04.17 waktu setempat.
Mbah Moen wafat di usia 90 tahun ketika tengah menunaikan ibadah haji.
atau Mbah Moen baru saja tutup usia. Almarhum dikabarkan berpulang di
Mekkah, Arab Saudi pada Selasa (6/8) sekitar pukul 04.17 waktu setempat.
Mbah Moen wafat di usia 90 tahun ketika tengah menunaikan ibadah haji.
Doa dan ucapan bela sungkawa pun mengiringi kepergian Mumtasyar Pengurus
Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu. Tak hanya dari kalangan santri, Presiden dan sejumlah pejabat tinggi negara pun ikut menyampaikan rasa duka citanya. Hingga tak salah rasanya bila hari ini Indonesia “menangis” atas kepergian sang kiai.
Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu. Tak hanya dari kalangan santri, Presiden dan sejumlah pejabat tinggi negara pun ikut menyampaikan rasa duka citanya. Hingga tak salah rasanya bila hari ini Indonesia “menangis” atas kepergian sang kiai.
Namun rupanya tak hanya Indonesia yang berduka. Video viral yang diunggah oleh akun Twitter @munawar_am ini membuktikan bahwa langit ikut “menangis” atas kepergian Mbah Moen.
Semestapun ikut berduka, tatkala guru besar kita meninggalkan dunia yang fana ini.
Sugeng tindak, Mbah Moen. https://t.co/aD5eMnCkg9— Ibrahim (@topiikkk) August 6, 2019
Dalam video berdurasi 45 detik itu terlihat pemandangan Mekkah yang
diguyur hujan lebat. Peristiwa ini terjadi pada Selasa subuh, sekitar
beberapa saat setelah Mbah Moen berpulang. Padahal, saat ini, Mekkah dan
sekitarnya seharusnya tengah berada di puncak musim panas.
diguyur hujan lebat. Peristiwa ini terjadi pada Selasa subuh, sekitar
beberapa saat setelah Mbah Moen berpulang. Padahal, saat ini, Mekkah dan
sekitarnya seharusnya tengah berada di puncak musim panas.
“Dan…. Subuh tadi, Ka’bah dan kota Makkah memang diguyur Hujan….,” tulis @munawar_am. “Masya Allah….”
Video yang diunggah Selasa pukul 10.58 WIB ini pun langsung menjadi
magnet bagi warganet. Dipantau pada pukul 20.11 WIB, video tersebut
sudah diputar hampir 70 ribu kali. Ribuan likes pun didapat atas unggahan itu.
magnet bagi warganet. Dipantau pada pukul 20.11 WIB, video tersebut
sudah diputar hampir 70 ribu kali. Ribuan likes pun didapat atas unggahan itu.
Warganet pun ikut terenyuh atas video ini. Selain mengucapkan syukur,
mereka juga membagikan pendapat mereka atas anomali tersebut.
mereka juga membagikan pendapat mereka atas anomali tersebut.
“Bahkan sampai detik ini pukul 9.30 pagi yg biasanya cuaca sudah panas di kota makkah matahari belum terlihat juga,lahul fatihah,” tulis @ju***d_. “Padahal sekarang lg puncak musim panas. Seaakan bumi pun bersedih,” imbuh @h_fa****ry.
“Udara pagi ini di syisah raudoh juga redup. Tidak panas seperti biasanya,” kata @pen******an. “Dan langitpun menangis, doa kami untuk mbah maimun, semoga husnul khatimah. Aamiin,” timpal @Ta****g9.
“Bumipun ikut bersedih, tatkala Kyai besar kita Syaikhonah Maimun Zubair meninggalkan dunia yang fana ini. Al fatihah,” tulis @dedd*******zma. “Ia pergi memenuhi panggilan yang maha cinta dan masih mninggalkan berkah bagi yang di bumi atas kepergiannya,” tambah @_p****nto.
Berita Terkait: Pantas Saja Bu Megawati Begitu Sedih, Ada Wasiat dari Mbah Moen
Sementara itu, diketahui jenazah almarhum telah dikebumikan
di Pemakaman Umum Jannatul Ma’la, Mekkah pada sore hari tadi.
Sebelumnya jenazah disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI)
dan disalatkan di Masjidil Haram .[*]
di Pemakaman Umum Jannatul Ma’la, Mekkah pada sore hari tadi.
Sebelumnya jenazah disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI)
dan disalatkan di Masjidil Haram .[*]
“Wafat nya bapakku (Kh Zubair Dahlan) seloso, mbahku seloso, buyutku sloso, maka dari itu kenapa orang² dahulu ngaji prei hari selasa. Karna wafatnya orang alim biasanya hari selasa.”Mbah Moen ngendikan ini saat ngaos kitab tanbuhul mughtarin, Ramadhan 1440 H. pic.twitter.com/4SMcVDkdhs
— Pondok Krapyak (@pondokkrapyak) August 6, 2019








Komentar