![]() |
| (Ilustrasi) |
SEMARANG-JATENG, SriwijayaAktual.com – Ketika Kementerian Sosial (Kemensos) begitu getol ingin menutup Resos
Argorejo, kawasan Sunan Kuning, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ternyata ada sejumlah fakta mengejutkan dibalik
geliat bisnis di tempat tersebut. Salah satunya, bisnis lendir Sunan
Kuning mampu menghasilkan perputaran uang sampai Rp 350 juta hanya dalam
waktu semalam.
Argorejo, kawasan Sunan Kuning, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ternyata ada sejumlah fakta mengejutkan dibalik
geliat bisnis di tempat tersebut. Salah satunya, bisnis lendir Sunan
Kuning mampu menghasilkan perputaran uang sampai Rp 350 juta hanya dalam
waktu semalam.
Ketua Resos Argorejo, Suwandi Eko Putranto mengatakan meski kondisi
lokalisasinya kini masih sepi pelanggan, tapi hal itu tak serta-merta
menghentikan laju perekonomian setempat. Tempat-tempat karaoke dan panti
pijat masih jadi primadona bagi lelaki hidung belang di Semarang.
lokalisasinya kini masih sepi pelanggan, tapi hal itu tak serta-merta
menghentikan laju perekonomian setempat. Tempat-tempat karaoke dan panti
pijat masih jadi primadona bagi lelaki hidung belang di Semarang.
“Jumlah tamunya paling sedikit 50 orang semalam. Padahal, tiap masuk
tarifnya lebih dari 200 ribu, ya perputaran uangnya semalam ada sekitar
Rp 350 juta,” ungkap pria bertubuh gempal ini saat dikonfirmasi, dikutip dari laman metrosemarang, Jumat (24/2/2017). Itu belum termasuk pendapatan dari hasil berjualan miras.
tarifnya lebih dari 200 ribu, ya perputaran uangnya semalam ada sekitar
Rp 350 juta,” ungkap pria bertubuh gempal ini saat dikonfirmasi, dikutip dari laman metrosemarang, Jumat (24/2/2017). Itu belum termasuk pendapatan dari hasil berjualan miras.
![]() |
| Komplek Lokalisasi Sunan Kuning (Ist) |
Tak heran, kata Suwandi dengan penghasilan menggiurkan tersebut
banyak pelaku usaha yang menentang keinginan Kemensos untuk menutup
Sunan Kuning. Pengelola wisma, menurutnya belum berani beralih usaha.
Mereka masih terpaku pada jasa hiburan karaoke, panti pijat dan
penyewaan kamar yang notabene menghasilkan pundi-pundi uang berlimpah.
banyak pelaku usaha yang menentang keinginan Kemensos untuk menutup
Sunan Kuning. Pengelola wisma, menurutnya belum berani beralih usaha.
Mereka masih terpaku pada jasa hiburan karaoke, panti pijat dan
penyewaan kamar yang notabene menghasilkan pundi-pundi uang berlimpah.
Sunan Kuning saat ini dihuni 488 pekerja seks berbagai usia. Di situ,
terdapat 177 wisma di mana tiap wisma biasanya dihuni 3-5 pekerja seks.
terdapat 177 wisma di mana tiap wisma biasanya dihuni 3-5 pekerja seks.
“Kita selama ini mampu menekan penularan penyakit kelamin sampai pada
titik 12,5 persen sehingga kita jadi pilot project terbaik di
Indonesia. Lagipula anak asuh yang menabung baru 60 persen. Jumlah uang
yang terkumpul sekarang mencapai ratusan juta,” terangnya sembari
menghela napas dalam-dalam.
titik 12,5 persen sehingga kita jadi pilot project terbaik di
Indonesia. Lagipula anak asuh yang menabung baru 60 persen. Jumlah uang
yang terkumpul sekarang mencapai ratusan juta,” terangnya sembari
menghela napas dalam-dalam.
![]() |
| Para penghuni Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning saat mengikuti pelatihan keterampilan oleh Dinsos di balai Kelurahan Kalibanteng Kulon, Senin (20/2). |
Sementara untuk mempersiapkan penutupan, petugas Dinas Sosial Pemuda
dan Olahraga (Dispora) terus menggencarkan pembinaan terhadap para
pekerja seks setempat
dan Olahraga (Dispora) terus menggencarkan pembinaan terhadap para
pekerja seks setempat
Di kantor Kelurahan Kalibanteng Kulon, sejumlah pekerja seks
mendatangi acara pelatihan tata boga dan salon kecantikan. Keterampilan
itu jadi syarat mutlak agar pekerja seks Sunan Kuning mentas dari lembah
hitam.
mendatangi acara pelatihan tata boga dan salon kecantikan. Keterampilan
itu jadi syarat mutlak agar pekerja seks Sunan Kuning mentas dari lembah
hitam.
“Saya belum bisa keluar dari sini Mas, karena modal saya belum cukup
untuk buka usaha di kampung,” aku Indah, seorang pekerja seks setempat.
untuk buka usaha di kampung,” aku Indah, seorang pekerja seks setempat.
Sedangkan Suwandi menambahkan keterampilan merupakan bekal penting
untuk mempersiapkan pekerja seks hidup normal ditengah masyarakat.
untuk mempersiapkan pekerja seks hidup normal ditengah masyarakat.
“Kita akan mmeberikan pembekalan bagi 488 orang. Itu sesuai tiga
program yang kita jalankan selama ini yakni peningkatan kesehatan,
pengamanan dan pengentasan,” tutupnya. (*)
program yang kita jalankan selama ini yakni peningkatan kesehatan,
pengamanan dan pengentasan,” tutupnya. (*)










Komentar